Ketika menyadari hal apa saja yg blm kita selesaikan hari ini, tentunya kita mulai berfikir bagaimana langkah termudah untuk bergerak melanjutkan perjalanan ini...
Karena apapun yg belum kita selesaikan bisa jadi adalah hal penting dalam pekerjaan atauu hidup kita, mungkin
tanpa kita sadari kita menundanya karena ingin mendapatkan hasil terbaik..
Tapi... Bukankah menyegerakan menyelesaikannya membuat kita bisa
melanjutkan perjalanan jauh lebih baik dan lebih mudah...
Hmm.. Jadi hal mudah apa yg bs kita lakukan sekarang juga sebagai langkah lebih dekat pd hasil terbaik itu...
Lets do it... Lets finish it, Mari kita selesaikan dengan semangat...
Krn sang waktu tidak selalu menjadi deadline kita....
#Go4Light
Note : Ini bukan status Politik :)
Yang paling penting yg ingin saya share dipagi yg cerah ini adalah; ketika kita melihat parade kebohongan semakin nyata, ketika media dan penguasa berkerjasama memarginalisasikan kehidupan rakyat ketjil, disaat kedaulatan negara di titik nadir perjalanan sejarah bangsa ini....disaat kejumudan menjadi puisi indah bagi pengikut pendusta yang telah terhijab nuraninya dari akal sehat dan
realita jiwa..
Disanalah... yah disana... ada pesan khusus bagi kita, sebuah CERMIN besar bhw dalam diri kita pun ada bertebaran dusta, mari melihat ke dalam dng bashiroh yg jernih, bukankah dusta itu masih bertebaran dlm jiwa Kita??
#duh ternyata diri ini msh sarat dengan autsah2 maknawiyah (polutan2 jiwa).
Akhir-akhir ini kita menjumpai banyaknya fakta tak terbantahkan ketika para pemimpin itu berkata dan berjanji bohong, tapi itu bukan berarti kita menjadi hakim atas mereka. Syaikh Hasan Hudhaibi mengatakan "Nahnu Dua'at
Laa Qudhat" (kita adalah penyeru bukan hakim).
Saya terharu banyak sahabat fb bs melihat dng kebeningan jiwa dan nalar yg sehat melihat fenomena akhir-akhir ini.
Menyuarakan kebenaran adalah kewajiban. "Afdholu jihad Kulil haq inda sulthoni jair.." Artinya sebaik-baiknya jihad adalah menyampaikan kalimat kebenaran (dng cara yg benar tentunya) kepada penguasa dzalim, dlm konteks ini kebohongan berseri tentu masuk dlm kategori kedzaliman.
Yg perlu dicatat disini adalah cara menyampaikannya, apalagi kita sebagai rakyat yg mewakili diri sendiri shg hisabnya pun tanggung jawab pribadi.
Ibnu Katsir bahwa Menyampaikan kalimat kebenaran yg dituntunkan adalah "Qoulan layyina" yakni perkataan yg Lemah lembut, santun, mudah dimengerti,meresap ke dalam
jiwa.
Sungguh benarlah imam syahid Hasan Al-Banna ketika menguraikan ttg marotibul amal islami, hal pertama yg selalu kita harus cek kedalam diri adalah islahun nafs, kebersihan jiwa, ketika kita bertemu kebohongan, itulah
resonansi dr law of universal, bhw dlm diri kita pun masih punya itu, jd saat ini adalah saat yg tepat untuk bersih- bersih dr berbagai dusta dan penyakit hati.
Hal kedua yg disampaikan Hasan al banna adalah takwin bait muslim, membentuk dan menjaga keluarga kita, menerapkan bersih hati dan bersih amal pd keluarga. Yg ketiga adalah irsyadul mujtama, berbuat melayani sesama dng amal nyata sbg pengejawantahan rahmatan lil alamien, bagaimana sikap dan amal kita diantara tetangga dan masyarakat, sudahkah kita hadir berada di tengah mereka sbg "Halul Qodhoya al ijtimaiyah" (keberadaan kita di masyarakat sbg bagian dr solusi).
Barulah langkah selanjutnya adalah tahriru wathon, membebaskan tanah air
dari belenggu penjajahan apapun itu bentuknya, disinilah islahul hukumah, perbaikan bangsa dan negara selaras.
Ke lima hal dasar td terus beriring sejalan, dng panglimanya adalah kebeningan hati dan amal muntijah (produktif), tampil di masyarakat sbg tsamaratul hasanah (pohon kebaikan), sehingga umat islam layak menjadi Ustadziatul alam (Gurunya peradaban).
Mari terus menyampaikan kebenaran dng cara yg benar dan hati yg damai, seperti suara mereka, suara dari nurani yang
memantulkan Cahaya dari dada-dada mereka (fii shudurihim), merekalah para pejuang cahaya.
Stop Cursing the darkness, its a time to light up a candle, lets go back to barack ... preparing the next generation...
Mari terus bersih-bersih / tazkiyatun nafs...
Fokuskan kiblat hati dan pikiran kita dlm berkata danberbuat...
"Hasbi Robbi Jalallah, Maa Fii qolbi ghoirulah".
....
Wallahu alam
Teruntuk para pewaris negeri, Yang berjalan di jalan cahaya..
Terima kasih, aku mengasihimu...
Padamu Negeri Kami Berbakti...
Dear all,
Sungguh menyadari bahwa terlalu banyak debu dan noktah hitam dlm Qolbu ini, yg tergambar dari ucap dan laku penuh nafsu/wanting..
Luka batin yg blm atau tdk disadari, bukanlah alasan timbulnya eksternal behavior yg justru menyakiti orang lain,
bahkan orang-orang terdekat.....
Sungguh orang terdekatlah, orang yg paling sering kita sakiti dan aniaya batin dan raganya, dng ucap kata dan laku
nestapa....
Sungguh kitalah orang yg benar2 menyakiti orang terdekat kita... bukan musuh yg jauh atau orang jahat di luar sana...
Sungguh kita lah yg hina dan nista, bukan para penjahatdalam parade aniaya yg sering tampil di media...
Selamat bersih2, tazkiyah madal hayah...
Teriring permohonan maaf lahir bathin pd semua orang yg telah berinteraksi pd diri ini...
terima kasih sahabat2 perlajanan yg dng rela menebaskan sapu tajamnya membantu bersih-bersih pd diri ini...
thx and luv you all..
#Go4Light
Compassion (KASIH) itu kita yang menentukan, karena...
Compassion itu memberi bukan menerima...
Compassion itu tangan diatas bukan dibawah..
Compassion itu inisiatif bukan menunggu...
Compassion itu Aktif bukan pasif...
Compassion itu aksi bukan reaksi...
Comoassion itu sebab bukan akibat...
Comoassion itu stimulus bukan respon..
Compassion itu dariku bukan olehmu...
Compassion itu melihat kedalam bukan keluar..
Compassion itu menyelam bukan berenang...
Compassion itu tenang dan menenangkan...
Compassion itu lapang dan melapangkan....
Compassion itu CAHAYA...
Teruntuk, semua sahabat cahaya...
Terima kasih sahabat cahaya yg telah membagi cinta, memberi cinta, dan mengajarkan cinta...
Salam cinta penuh cahaya
#Go4Light
#NahwanNur
Selamat Pagi Cahaya...
Teruntuk jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah dengan rela dan
direlakan...
Teruntuk hati-hati yang bening, yang memantulkan Cahaya
itu..
Teruntuk mereka yg meretas gagasan menjadi kenyataan..
Teruntuk mereka yang menapak jejak tak tergoyahkan...
Teruntuk mereka yang menatap dengan Kesejukan...
Teruntuk mereka yang menegur dengan Cinta...
Teruntuk mereka yang berkata dengan amal nyata...
Teruntuk mereka yang berkobar semangat dalam syahdu
dan sunyi...
Teruntuk mereka yang meneriakan kalimat kebenaran
dihadapan Sang Tiran..
#QumFaAndzir..
Bangkitlah&beri peringatan ..
Bunuh & campakkan kecemasan ..
Bunuh & singkirkan kemalasan..
Tumpas & kuburkan kepalsuan ..
#QumFaAndzir !
Datangi gudang-gudang ilmu
Masuki gedung-gedung menjulang
Hadir diantara mereka yang fafa..
Temukan makna hidup yang hilang ...
Ala At Tauhid `Isynaa Wa Min Ajli At Tauhiid Namuut (Di Atas Rel Tauhid Kami Hidup Dan Untuk Tauhid Kami Mati).
Sebelum engkau bergelar Syuhada..
Tetaplah Bertahan dan Bersiap-Siagalah!
Siapa saja orang yg sudah kita doakan hari ini? Seandainya :
- seorang sales/marketers mendoakan konsumennya
- leader mendoakan subordinate nya
- komandan mendoakan prajuritnya
- dokter/psikolog mendoakan pasiennya
- trainer mendoakan traineenya
- seorang guru mendoakan muridnya
- seorang murid mendoakan gurunya
- seseorang mendoakan tetangganya, temannya, handaitaulannya, Dst....
- apalagi jika kita bs mendoakan kebaikan pd org yg menyakiti dan mendzalimi kita.
Bukankah Mendoakan adalah salah satu wujud kasih sayang yg tertinggi dan mulia.
Tentunya jika dilakukan
ikhlas, apalagi mendoakan dlm heningnya malam yg hanya diketahui oleh kita dan DIA...
Seandainya kita mendoakan orang lain sebelum dan sesudah memulai pekerjaan kita spt contoh profesi atau kondisi diatas, kira2 bagaimana perasaan kita?
Seandainya dlm doa2 panjang di keheningan malam kita mendoakan mereka, bagaimana perasaan kita gerangan?
Kapan terakhir kita persembahkan doa terbaik kita pd mereka?
Kapan kita memulai mendoakan mereka?
"Semoga keberlimpahan berkah bercurah bagi kita dan keluarga... Aamiin"
*fromLoveWithPray*
#Go4Light

Nak besok abah akan ke TPS memilih, kelak engkau mengerti mengapa abah memilih ini, abah memilih bukan untuk memilih anggota dewan ataupun calon presiden, abah memilih karena abah menitipkan masa depanmu duhai buah hatiku...
Nak ini bukanlah sebuah pertaruhan main-main, orang tua mana yg tidak ingin memberikan yang terbaik buat masa depan anaknya..
Nak saat ini engkau genap berusia 3 thn, sebuah penantian dan ikhtiar panjang bagi abah saat menanti engkau dilahirkan...
Anakku permata hatiku, sebuah catatan panjang mengapa abah menitipkan masa depan dirimu dan bangsa ini pada mereka, abah meyakini bukan sebuah kebetulan dibanyak momen abah dipertemukan dengan mereka yang hampir hadir disetiap ada bencana, Feb 2004 ketika Gempa di salah satu kota paling timur di yakni Nabire, abah bertemu dengan wajah-wajah teduh yg santun dan penuh kasih itu, sebagai relawan kemanusiaan abah kembali bertemu mereka ketika bencana tsunami melanda di Aceh, mereka hadir tanpa lelah membantu sesama, bahkan abah masih ingat 5 hari tepat setelah tsunami abah tercengang dengan keberanian mereka dalam mengevakuasi mayat yg mulai membusuk dan menolong warga yang terluka.
Ketika ada Banjir di Bojonegoro abah bertemu lagi dengan mereka, para pemuda santun penuh kasih itu, salah seorang diantara mereka, ia adalah dr.Arif Jaya Saputra, luar biasanya adalah semalaman abah dibonceng naik motor mengunjungi pasien-pasien di posko dan rumah-rumah warga yang tidak terjangkau oleh bantuan medis, menerobos genangan banjir dan gelap gulitanya keheningan malam, sungguh mereka ini betul-betul istimewa.
Suatu saat ketika abah jadi Relawan ke Morowali th 2007, abah pun bertemu lagi dengan para pemuda santun penuh kasih itu, bersama mereka ada ust Cahyadi Takariawan, yg mengajarkan abah motto 2T (Tadhiyah & Tawakal), sebuah konsep compassion beyond ego dalam kacamata psikologi transpersonal, bahkan abah diyakinkan oleh mereka tuk melanjutkan perjalanan laut setelah 14 jam perjalanan darat dari Palu ke arah selatan, digelapnya malam kami naik perahu motor selama 6 jam, sedang menurut informasi di pelabuhan baturube ombak mencapai ketinggian 3 meter, sungguh ketakutan abah akan ombak berkurang melihat kegagahan para pemuda santun yg ternyata sungguh pemberani untuk mengantarkan logistik bahan pokok dan obat-obatan. Pun di tempat-tempat bencana besar lainnya mereka selalu hadir terdepan, seperti bencana merapi, gempa bantul, banjir jember, tsunami pangandaran, gempa padang dan nias, dll...
Anakku, bukan hanya di tempat bencana mereka hadir ditengah masyarakat, sebagai seorang konsultan SDM abah sering keluar masuk perusahaan baik perusahaan lokal, nasional, maupun internasitional company, bahkan di perusahaan yang masuk kategori Fortune 500 yg ada di Indonesia abah bertemu lagi dengan mereka, yang menarik adalah di perusahaan-perusahaan tersebut abah lagi-lagi dipertemukan dengan para pemuda santun penuh kasih, yang saat ini mereka berwujud sebagai profesional dari berbagai bidang, tentunya dengan tingkat intelektualitas diatas rata-rata, karena abah baru menyadari ternyata pendidikan mereka cukup tinggi-tinggi. Ketika abah memberikan training ataupun coaching, mereka selalu menonjol dalam kapasitas intelektualitas serta profesionalitasnya, bahkan attitude mereka sungguh indah dan membuat Abah Kagum.
Nazhifah anakku, bahkan abah punya sahabat seorang anggota dewan kota Bandung periode tahun lalu, sungguh sulit difahami logika nak, bagaimana seorang anggota dewan begitu bersahaja, rumahnya disebuah gang sempit di jalan Ciparay cipagalo bandung kidul, sampai berakhir masa jabatannya sebagai anggota dewan ia tetap bersahaja dengan sepeda motor bebek bututnya, dan tetap tinggal di gang sempit, saking sempitnya gak bisa 2 sepeda motor masuk berpapasan. Dan masih banyak profil aleg mereka yg berprestsi dan bekerja dalam sepi pemberitaan media mainstream.
Nazhifah anakku satu-satunya, abah mengenal mereka sejak tahun 1994, ketika abah masih SMA, abah ketemu dengan seorang ust.muda bernama Natsir Harist,LC, yg mengenalkan banyak kebaikan pada masa remaja abah, dan uniknya beliaupun tinggal di gang sangat sempit di daerah karasak bandung he3x... sampai sekarang beliaupun tetap bersahaja menjadi pelayan umat.
Ada sebuah pertemuan yang luar biasa anakku, ketika tsunami Aceh abah bertemu lagi dengan KH.Rahmat Abdullah (Alm), konon beliau adalah salah satu syaikhnya mereka, para pemuda santun penuh kasih itu, walau abah sudah bertemu beliau beberapa kali, saat itu adalah saat sangat istimewa bagi abah, waktu itu beliau sedang agak sakit, badannya demam, beliau mampir ke posko abah, dan beruntungnya abahmu nak, saat itu cukup lama abah memijat beliau sambil mendengarkan wejangan, dan visi dari sebuah masa depan yang bercahaya, penuh kebaikan buat sesama dan semesta, dan itulah saat terakhir abah mendengar nasihat-nasihatnya yg sering abah baca di majalah tarbawi, karena tepat beberapa bulan kemudian, tepatnya 14 Jun 2005 pada jam 8.30 malam abah mendapat kabar dari Pak Karnoto bahwa beliau telah wafat, saat itu abah sedang melingkar berbagi cahaya dengan kawan-kawan abah seperti uncle zain, ardy, zainul, hilmi, dll.. yang harus engkau kenang anakku adalah, begitu khusyuknya beliau (KH.Rahmat) mendoakan abah ketika abah meminta beliau mendoakan agar abah segera mendapatkan keturunan...
Anakku sayang, rasanya terlalu banyak cerita yg mengharu biru yg mungkin tak bisa abah ungkapkan semuanya saat ini...
Dan terakhir anakku, ini terkait banget dengan dirimu wahai anakku sayang, hari itu menjelang engkau lahir ke dunia hari ahad 27 Maret 2011, mobil abah ditumpangi secara mendadak oleh orang no.1 di kumpulan pemuda santun itu, yah secara tidak sengaja abah mengantar ust. Anis Matta menerobos lautan massa ke panggung orasi di silang monas ketika ada aksi kemanusiaan untuk Libya, di mobil itulah Sang Soekarno muda memberikan engkau nama, ada 2 nama yg beliau ajukan yakni, Sarah dan Nazhifah, mungkin beliau sudah tidak ingat kejadian ini, namun begitu berkesan dalam kehidupan abah dan engkau tentunya duhai anakku, dan akhirnya Nazhifah yg menjadi namamu, yang artinya Bersih, bening, putih...
Nak, mereka itu kumpulan manusia biasa yang tak mungkin sempurna, kumpulan orang-orang yang tegar menghadapi cercaan bahkan fitnah, mereka yang di setiap rumahnya terdengan lantunan ayat suci setiap hari, mereka yang berbagi kasih tanpa membedakan suku, agama, dan ras. mereka yang berkarya dalam cinta dan harmoni.
Sayangku Nazhifah, entah apa maksud Tuhan senantiasa mempertemukan abah dengan mereka, orang-orang yg santun penuh dedikasi untuk bangsa dan umat ini, Abah yakin sekali anakku, bukanlah kebetulan kita sering dipertemukan dengan Para Ksatria Santun itu, sebagai syukur abah telah dipertemukan dengan orang-orang yg penuh kebaikan itu, di genapnya 3 tahun usiamu, abah akan menitipkan masa depanmu dengan memilih mereka sebagai orang-orang yang menyuarakan suara nurani kita... Bismillah
Terima Kasih teruntuk untuk para guru, saudara, sahabat, dan semua Keluarga CAHAYA..
Salam Cinta dan Cahaya untuk negri tercinta,
Gunawan
@Coach_Gunawan
http://www.linkedin.com/pub/coach-gunawan/5a/ba6/3a6
http://www.InfoNLP.com


Labels: InitehDakwatuna
1. Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala
2. Niat zakat Fitrah untuk Istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN ZAUJATII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya, Fardhu karena Allah Ta’ala
3. Niat zakat Fitrah untuk anak laki-laki atau perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… / بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII… / BINTII… FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), Fardhu karena Allah Ta’ala
4. Niat zakat Fitrah untuk orang yang ia wakili
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala
5. Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA ‘AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQAATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Sengaja saya mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala







