Sang Murabbi

Merangkum hati yang terserak
Menggenggam yang terlepas
Meretas gagasan menjadi kenyataan
Menapak jejak tak tergoyahkan
Menatap dengan kesejukan
Menegur dalam cinta
Bersemangat namun syahdu
Diiring doa sunyi
Kami rindu
Haus dahaga tak terperi
Pada sosoknya
Sang murabbi yang dicintai
Masihkah ada?...


Masih terbayang 3 tahun lalu tepatnya tanggal 14 Juni 2005 pukul 20.00, waktu itu Aa teh sedang mengisi halaqoh di Ngoro Jombang, tiba-tiba HP berdering, ternyata akh Karnoto mengabarkan bahwa ust.Rahmat Abdullah telah tiada, waktu itu Aa coba konfirmasi menghubungi dr.Agus Koeshartoro, namun jaringan sibuk terus, kepastian kabar yang mengejutkan itu di dapat setelah banyak ikhwah menelepon.


Sejenak termenung pada saat itu, terbayang kelebatan momen terakhir kebersamaan dengan sang maestro tarbiyah, 4 bulan sebelumnya ketika kami sama-sama di Aceh, waktu itu beliau sakit dan ane dipanggil untuk memeriksa kesehatannya, beliau nampak lelah dan lemas. setelah memberi obat kemudian saya coba memijat kakinya sambil mendengarkan tutur katanya yang lugas bercerita tentang dakwah dan musibah tsunami di Aceh....duuh syaikh betapa ku merindukanmu...

Alhamdullah tadi malam ane dapet donlot nasyid dan info film ini dari akh mashuri. kepada akh mashuri dari Izzis management ane ucapkan jazakallah atas donlot nasyid&chat nya. moga lancar persiapan pernikahannya yah:)

Tak terasa bulir-bulir air mata ini menetes menahan perasaan haru, bahagia, penuh ghiroh dan hamasah seperti tersihir oleh pesona sang maestro tarbiyah. melihat trailernya dan dengerin nih nasyid buat ane nangis depan laptop, sampe-sampe emaknya anak-anak ngetawain ane, masa ada ikhwah cengeng...he3x....duuh kangeeeen ma ust....allahumma inniy asaluka hubbaka, wa hubban man yuhibbuka, wa kulla "amalin yuqorribunaa ila hubbika

Alhamdulillah di tengah krisis kenaikan BBM, di tengah hiruk pikuknya pilkada yang kadang membuat kita lupa akan aktivitas sebagai murobbi ada sebongkah kemilau dari dunia per-film-an kita, insya Allah pada bulan Juli akan Launching Film "Sang Murobbi" rencananya bertepatan dengan Festival Tarbiyah di Jakarta. thx to abu Quro yang telah menginfokan satu minggu lalu.

Hatta baru menonton trailernya aja, ane sudah bisa terbawa oleh pesona Ust. Rahmat Abdullah (almarhum) yang sangat sederhana, ikhlas, bersahaja dan memiliki cita-cita luhur. Kisah nyata Pendiri Yayasan Islamic Center Iqro’ ini dikemas dengan apik oleh Zul Ardhia dalam sebuah film sarat dakwah yang berjudul Sang Murabbi : Mencari Spirit Yang Hilang.


Film yang disutradari oleh Zul Ardhia ini menampilkan bintang Irwan Rinaldi sebagai Ustadz Rahmat, Ummi Fida (diperankan oleh Astri Ivo) dan didukung beberapa bintang lain; Neno Warisman dan Afwan Izzis.

Film ini menceritakan kisah hidup Ustadz Rahmat Abdullah, beliau adalah putra Betawi yang lahir di Jakarta pada 3 Juli 1953. Almarhmum meninggal dunia tahun 2005 setelah terkena stroke ketika wudhu untuk mengerjakan sholat Magrib.

Sebelum menjadi anggota DPR, almarhum aktif sebagai guru di beberapa sekolah, di antaranya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda (1970), SD Islam Tarbitul Aulad (1971-1973), Madrasah Tsanawiyah (Mts) Rumah Pendidikan Islam (1981), Aliyah Pendidikan (1982-1984), pengajar Ma’had Dirasah Islamiyah Iqro (1993-1997) dan pengajar pendidikan Duru TK Islam Terpadu Iqro (1999).

Almarhum juga mendirikan Yayasan Islamic Center Iqro pada 1992. Di tahun 2000, dalam sebuah acara Seminar Nasional bertajuk “Tarbiyah di Era Baru” di Masjid UI, Kampus UI epok, beliau dinobatkan disebut sebagai Syaikhut Tarbiyah.

Cuplikan trailer movie :
“Kalau gak mau jadi pegawai pemda, lu mau kerja jadi apa sih”
“Mamat ngajar aja Bu”
“Gak Lepas tu omongan dari dulu. Sampai sekarang pengen jadi guru aja. Gak kepengen jadi orang berharte”
“Guru itu justru hartenya banyak . Ngasih ilmu aja kerjaannya. “
“Ya udah. Jadi guru juga gak apa sih, bagus. Asal satu, Jangan Korupsi.

---
“Abi minta maaf ya Nai. Akhir-akhir ini Abi sibuk banget. Jadi gak sempat ngobrol ama kamu dan ama anak-anak. “
“Ya, udah resiko Bi, jadi istri anggota DPR”
“Kau senang Abi jadi anggota DPR”
“Biasa aja. Tapi Ummi lebih senang jadi istri Abi yang dulu”
“Kenapa?”
“Tuh, rambut abi pada putih semua. Mikirin negara ya?”
“Ada yang lebih berat Nai, mikirin ummat”
---
“Tapi afwan ya bi, jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Uang yang abi kasih udah abis. “ “mmhm…Kalau uang udah abis, kita minta aja lagi sama Allah”
“Kan Allah kasihnya sama abi, jadi saya mintanya sama abi”
“Kalau uang udah abis Nai, itu berarti rejeki udah mo datang lagi. Kayak sumur aja. Kalau sumurnya kering, berarti ujan udah mo datang. “
“Abi lagi gak punya uang ya ?”
---
yup... that is him :)
Beliau adalah seorang aktor intelektual peradaban wahyu yang pernah hadir memberi warna dan arti di bumi pertiwi...semoga film ini bisa melahirkan seribu Rahmat Abdullah...para jundul-junjul aqidah, abnaul harokah yang senantiasa mengepakan sayap dakwahnya ke seluruh penjuru bumi..

2 Comments:

  1. Anonim said...
    saya ga pernah ketemu dg ust rahmat.
    Saya baru "kenal" sosok beliau kira2 setahunan yang lalu...

    luar biasa, ngebaca tulisan2 beliau, ngebuat mata saya berembun. Nonton trailer 'sang murabbi', itu juga ngebuat mata saya berembun. Ngedengerin lagu 'sang murabbi'-nya izzis, itu juga ngebuat mata saya berembun....

    luar biasa... sosok yang saya kagumi, saya ingin mencontoh dan melebihinya...
    Anonim said...
    Jazakallah Akhi atas pengingatan antum terhadap Syaikhu Tarbiyyah. Sambil mendengarkan Nasyid Izzis, membuat kenangan2 itu keluar kembali. Kenangan saat mendengarkan taujih beliau, kehalusan beliau, senyumnya, dan saat terakhir beliau yang diantarkan dengan ribuan orang. Yang diiringi hujan yang sangat deras.
    Semoga kenangan ini menjadikan motivasi kita menjadi Du'at2 yang tangguh yang tidak gelap dengan Dunia.
    Selamat pula buat Majelis Budaya Rakyat yg "Akhirnya" bisa mewujudkan Film yang bermanfaat ini. Jadi teringat saat saudara2ku ini rapat di Tegalparang :) walaupun ana klo datang ke situ cuma pas mau tidur aja.

    Feruz RN ti Bandung tea

Post a Comment